Masalah dan Solusi Air Minum

1. Endapan kuning
Awalnya, bahan air minum yang keluar dari pompa tampak jernih. Namun, setelah beberapa saat, terdapat endapan berwarna kuning. Masalah ini biasanya muncul akibat adanya kadar besi yang tinggi pada air. Pada saat baru diambil, kandungan besi masih larut sehingga tidak terlihat. Sementara air sudah bercampur dengan kandungan besi terlarut dan menjadi butir-butir karat yang akhirnya mengendap. Solusinya, jika dari awal jernih, gunakan saringan pasir manganese yang dapat menyerap besi. Pasir manganese harus dibersihkan jika terlihat kotor dengan cairan KMN04. Setelah dikeringakan, pasir bisa dipakai kembali. 

2. Bau kaporit
Air PDAM berbau kaporit disebabkan penggunaan kaporit untuk membunuh kuman. Untuk mengatasinya, gunakan saringan karbon. Untuk air minum dan masak gunakan saringan air yang lebih bagus.

3. Air keruh
Bahan air minum keruh diakibatkan penggalian sumur yang tidak dalam, alasan geologis, dan lainya. Untuk mengatasinya, gunakan cara hemat seperti menggunakan saringan pasir silika yang berfungsi sebagai penjernih. Saringan ini dapat digunakan hingga 5 tahun. Selama pemakaian tidak perlu penggantian, tetapi perlu dirawat dan dibersihkan minimal seminggu sekali.

4. Air kuning
Bahan air minum yang berwarna kuning terjadi akibat kadar besi yang tinggi dan tidak larut dalam air. Selain itu, air kuning juga disebabkan oleh bakteri pengurai besi sehingga terjadi karat yang mencemari air. Untuk mengatasinya, gunakan saringan air silika untuk menyaring besi yang tidak larut dan saringan air dengan pasir manganese untuk menyerap besi yang larut.

5. Lapisan hitam di bak mandi
Munculnya lapisan hitam pada bak mandi pada umumnya berasal dari kadar mangan yang terlalu tinggi. Untuk mengatasinya, pasang satu saringan air pasir manganese jika keadaan air jernih dapat menyerap besi. Namun, jika air keruh, gunakan saringan air siliki yang dapat menyaring kotoran tidak larut dan saringan manganese untuk menyerap mangan larut.

6. Air bau telur busuk
Air minum berbau telur busuk ini disebabkan sumur terlalu dekat dengan septic tank atau terdapat tanam-tanaman yang tertimbun pada lapisan tanah di bawah dasar sumur. Bisa jadi, lahan pembuatan sumur dulunya bekas lahan pertanian atau hutan. Umumnya, bau telur busuk tersebut dapat diatasi dengan menggunakan saringan air pasir siliki. Jika cara ini tidak mengatasi, sebaiknya lakukan uji kadar H2S (hydrogensulfida), besi, dan mangan. Jika kadar H2S tinggi, tetapi besi dan mangan rendah, gunakan saringan bentuk silika dan karbon. Namun, jika kadar H2S, besi, dan mangan tinggi, gunakan saringan siliki, saringan mangan, dan juga saringan karbon sekaligus.

Selain masalah di atas, masih ada masalah pada bahan air minum lainnya, yaitu adanya kandungan zat besi dan mangan. Masalah ini muncul akibat pengaruh pH yang rendah (bersifat asam) yang dapat melarutkan logam besi, adanya CO2 yang agresif hingga melarutkan logam besi, tingginya temperatur air yang akan melarutkan besi, dan adanya bakteri besi dalam air yang akan menguraikan besi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, gunakan beberapa cara berikut. 
Cara pertama yaitu aerasi. Zat besi dapat dihilangkan dengan oksidasi menjadi Fe(OH)3 yang tidak larut dalam air, lalu diikuti dengan pengendapan dan penyaringan. Proses ini membutuhkan udara dengan cara memasukkannya ke dalam bahan air minum. 

Cara kedua yaitu sedimentasi, yang memperoses partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan karena pengaruh gravitasi. Biaya pengolahan bahan air minum dengan proses sedimentasi ini relatif murah kerena tidak membutuhkan peralatan mekanik atau pun penambahan bahan kimia. Kegunaan sedimentasi untuk mereduksi bahan-bahan yang tersuspensi (kekeruhan) di air juga berfungsi untuk mereduksi kandungan organisme (patogen) dalam air. 

Cara ketiga yaitu filtrasi. Filtrasi merupakan proses penyaringan yang menjadi bagian dari pengolahan air. Prinsipnya adalah mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan anorganik yang berada dalam air. Penghilangan zat padat tersupensi dengan penyaringan memiliki peran penting, baik yang terjadi dalam penurunan air tanah maupun penurunan pemurnian buatan dalam intalasi pengolahan air. Bahan yang bisa digunakan adalah pasir, yang sebgai saringan bersifat baik, keras, dan tahan lama.

Demikian gambaran Masalah Air Minum dan Solusinya. Ingin mendapatkan bahan air minum yang lebih berkualitas? Hubungi kami segera.

Sumur Submersible Artetis (Deep Well)

Sumur Submersible adalah sumur bor dengan kedalaman lebih dari 60 meter, yang menggunakan pompa submersible (submersible pump). Diharapkan dari kedalaman lebih dari 60 meter bisa diperoleh air dengan kuantitas dan kualitas yang baik, dalam artian layak untuk dikonsumsi. Dari segi kuantitas, dengan kedalaman lebih dari 60 meter akan didapatkan sumber mata air tanah (equifer) yang stabil, sehingga didapatkan kuantitas yang besar.

Pompa Submersible (pompa benam) atau Electric Submersible Pump (ESP) adalah pompa yang dioperasikan di dalam air. Pompa jenis ini bertipe pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal sendiri prinsip kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar di dalam casing.

Prinsip kerja pompa jenis ini berbeda dengan jenis Jet Pump. Jika pompa jetpump bekerja dengan cara menyedot air, jenis pompa submersible bekerja dengan mendorong air ke permukaan. 

Berikut kelebihan pompa submersible:

  1. Biaya perawatan yang rendah
  2. Tidak bising karena berada di dalam sumur
  3. Pompa memiliki pendingin alami sebab posisinya terendam dalam air

Sistem pompa tidak menggunakan shaft penggerak yang panjang dan bearing sehingga problem yang lazim pada pompa permukaan (Jet Pump) seperti keausan bearing dan shaft tidak terjadi.